Posted by: girls87 | February 19, 2011

(FF YAOI ONESHOOT SHINee) VANILLA ICE CREAM

Main Cast: Pairing 2MinCast:  

Onkey

Dongwoon (beast)

Shindong (Suju)

Wooyong (2PM)

Rating:G

Genre: Romance

author: Kim JongGey

Bagi yang belum terbiasa membaca FF YAOI, tips dari Kim Jong Gey adalah anggap saja kalian sedang berada di dunia dimana tidak ada perbedaan gender. Namja berpasangan dengan namja adalah hal yang biasa di dunia ini. Tapi bukan berarti namja menyukai yeoja adalah hal yang dilarang didunia YAOI..

RCL!!

Minho POV

Ting~ Tong~

Aisshhhh..tolong jangan dia lagi..

Ting~ Tong~

“SEBENTAR!!” tamu yang gak sabaran!

Langkahku berat sekali menuju pintu. Aku tidak suka tamuku yang satu ini.

Kubuka pintuku dengan agak kasar. Agar tamuku tahu kalau aku sama sekali tidak mengharapkan kedatangannya.

Well.. sudah kuduga. Namja ini datang dengan membawa bucket es krim vanilla, lagi!

“Apa ini milikmu??” dia mengangkat bucket ice creamnya.

“Bukan..” aku menutup kembali pintuku. Aku sudah bosan menjawab pertanyaan yang sama hampir setiap hari.

Ting~ Tong~

Tak usah dihiraukan Minho! Anggap saja kau tidak mendengarkan belnya berbunyi. Aku membenamkan tubuhku disofa, dan menutup kepalaku dengan bantal kursi.

Ting~ Tong~

Jangan hiraukan. Sebentar lagi dia akan menyerah dan pergi.

Ting~ Tong~

Arrggghhhh!!! Menyebalkan sekali namja ini!

Dengan terpaksa aku membukakan lagi pintu untuknya.

“Kau tahu berapa suhu udara malam ini? minus 15 derajat! Dan kau masih mengirimku ice cream??” namja ini langsung mengoceh saat aku membuka pintu.

“Hey! Sudah kukatakan berapa kali kalau ice cream itu bukan milikku! Dan bukan aku yang mengirimkan ice cream itu kerumahmu! Untuk apa aku melakukannya?” aku hendak menutup kembali pintuku, tapi namja ini menahannya dengan bucket ice creamnya.

“Kalau begitu kenapa nama Choi Minho bisa ada di kartu pengirimnya?” dengan kuat dia menyodorkan paksa bucket ice creamnya ke dadaku. Dingin sekali saat dadaku terkena bucket ice cream. Aku hendak menjauhkan bucket ice creamnya dari dadaku, tapi si namja menyebalkan ini melepaskan pegangannya sehingga kini bucket ice creamnya ada ditanganku.

“YA! Taemin!!” dia tidak menghiraukan panggilanku dan terus melangkah pulang kerumahnya.

“Taemin!!” aku terus memanggilnya, aku ingin dia mengambil kembali ice cream ini.

Dia tetap tidak menghiraukanku, dia sudah sampai didepan pintu rumahnya sekarang.

BAM!!!

Dia membanting pintu rumahnya. Apa maksudnya? Seharusnya aku yang marah..

Aisshhh!! Taemin yang menyebalkan!

Oke! Ini bucket ice cream ke delapan yang menghiasi kulkasku. Kulkasku kini penuh dengan ice cream vanilla. Ice cream vanilla dengan kartu atas nama Choi Minho yang dikirimkan untuk Lee Taemin. Aneh sekali! Aku tidak pernah merasa mengirimkan ice cream ini untuk Taemin. Siapa yang mengirimkannya? Siapapun orangnya, dia sudah berhasil membuat hubunganku dengan tetanggaku semakin buruk. Hubunganku dengan Taemin memang sudah memburuk sebelum munculnya ice cream ini. Tapi sekarang semakin buruk saja.

//

Whoaammmm~..pagi yang dingin. Aku harus memasak sarapunku sendiri. Umma dan appa belum pulang dari kunjungan mereka ke rumah saudara di Busan. Aku ingin omelete hangat dipagi yang dingin ini, sereal tidak akan membuat perutku hangat. Sedikit kerepotan dengan memasak sarapan sendiri. Semoga tidak terlambat ke sekolah.

//

Hhhaaaahhhh!!! Sedikit menyesali keputusanku untuk sarapan dengan omelete pagi ini. Andai aku lebih memilih sereal, aku pasti akan pergi kesekolah lebih awal dan tidak akan melihat Taemin berjalan didepanku.

Pemandangan yang merusak mataku. Taemin asik bercengkrama dengan yeoja-yeoja disampingnya. Dia pasti mengeluarkan senyuman cute andalannya untuk menarik perhatian yeoja-yeoja tersebut. Yah..harus kuakui senyumannya memang cute, dan membuatnya menjadi lebih cantik dari yeoja-yeoja disampingnya. Tapi senyuman itu sudah tidak mempan lagi terhadapku.

Kruueekkk~

aku tidak memperhatikan jalanku dan menginjak botol kaleng minuman yang sudah kosong. Gara-gara Taemin!

Lagi pula kaleng ini menghalangi jalanku saja! Aku menendangnya ke sudut jalan dan mengarahkannya agar masuk keselokan.

Klontangg~ tangg~ tanggg~

Tendanganku terlalu keras. Suaranya nyaring sekali, sehingga membuat Taemin menoleh kebelakang dan melihatku dibelakangnya. Huh! Dia pasti berfikir aku mengikutinya. Kaleng bodoh! Kenapa kau berisik sekali.

Taemin melihatku kemudian bertingkah seolah-olah tidak melihatku. Dia melanjutkan rayuannya kepada yeoja-yeoja centil itu. Cih! Sudah jangan perdulikan aku! Lihat saja sampai Kibum memergokimu sedang bermesraan bersama yeoja-yeoja itu. Kau pasti akan dicampakannya.

“Taemin ah!!!” haihhhh..suara nyaring itu. Pasti Kibum. Tamatlah sudah kau Taemin.

Kibum datang dari arah belakangku dan berlari menuju Taemin. Dengan sigap Kibum langsung menggandeng tangan Taemin. Dengan tatapannya yang seperti nenek sihir, Kibum berhasil membuat yeoja-yeoja yang berada disamping Taemin pergi meninggalkan mereka berdua. Kibum tidak marah? Bukankah dia sudah menangkap basah Taemin sedang berselingkuh? Hubungan mereka benar-benar tidak sehat.

Kibum melirik kearahku. Apa Kibum?? Kemudian dia menarik Taemin pergi menjauhiku. Apa maksudnya? Kau pikir aku akan merebut Taemin darimu? No thanks! Ambil saja Taemin, aku tidak butuh!Yah..dia harus bekerja ekstra untuk melindungi Taemin dari yeoja ataupun namja yang akan merebut Taemin dari sisinya.

Kibum dan Taemin.. bukan pasangan yang serasi. Aku lebih suka kalau Taemin mencari namja lain. Jonghyun misalnya. Atau Jinki. Setidaknya bukan namja yang senang mengatur kehidupan Taemin. Apa yang harus dikenakan Taemin hari ini, model rambut apa yang bagus untuk hari ini, makanan apa yang enak hari ini.. Kibum terus saja mengatur Taemin. Heran, kenapa Taemin betah sekali diperlakukan seperti itu?

//

Sepertinya aku dan Taemin berjodoh hari ini. Kelasku dan kelas Taemin pulang lebih awal, memaksaku berjalan dibelakan Taemin lagi. Taemin menggosok-gosokan kedua tangannya kemudian meniupnya. Dia kedinginan rupanya. Dimana Kibum? Dia meninggalkan Taemin sendiri? Aku tidak akan membiarkan Taemin pulang sendirian jika aku jadi Kibum. Taemin sering dibully namja-namja yang iri padanya. Membiarkannya sendirian berarti melepaskan Taemin ke alam liar yang penuh dengan serigala.

Bugh!

“Ya! Taemin! Bisa tidak kau berjalan dengan benar?” dongwoon, namja itu langsung membentak Taemin karena sedikit tersenggol Taemin.

“Mianhe hyung, aku tidak sengaja” Taemin berusaha meninggalkan Dongwoon.

Aku rasa Dongwoon sudang sangat membenci Taemin, terlebih lagi setelah Taemin merebut Kibum dari tangan Dongwoon. Dongwoon tidak membiarkan Taemin melewatinya. Aigooo.. apa aku harus turun tangan? Taemin tidak pernah bisa membela dirinya sendiri.

“Hyung..aku benar-benar minta maaf.. aku tidak bermaksud menyenggolmu..” Taemin bersikeras lepas dari cengkraman Dongwoon.

“Aissshhh!! Kau ini! urusanku belum selesai! Selalu bersikap manis di depan semua orang! Cih! Menjijikan!” Dongwoon mendorong kepala Taemin? Melihat itu aku sangat marah. Sepertinya aku memang harus turun tangan.

“Ya! Dongwoon! Dia bilang tidak sengaja! Kenapa tak kau lepaskan saja!” aku menarik Taemin hingga terlepas dari genggaman Dongwoon.

“Minho ya! Membela mantan pacarmu huh? Kau tidak membencinya lagi?” aissshh..namja ini menyebalkan sekali.

“Apa urusanmu?” aku menantangnya. Aku yakin dia tidak akan berani.

“ Taemin!! Kau selamat hari ini!” dongwoon segera pergi meninggalkan kami. Sudah kubilang, Dongwoon hanya berani pada Taemin apabila Taemin sendirian.

“Gwencana??” aku berusaha untuk menanyakan keadaanya, tapi Taemin malah tidak menggubrisku dan pergi. Bagus!

“Kau tidak tahu bagaimana cara berterima kasih??” aku berjalan mendahuluinya kemudian berjalan mundur, sehingga kami berhadap-hadapan sekarang.

“Kenapa kau peduli?” taemin memalingkan pandangannya, menghindari bertatapan denganku.

“Hey Taemin.. seharusnya aku yang marah! Kau sudah menghianatiku!” taemin menghentikan langkahnya dan menatapku kesal. Bodohnya aku mengungkit masa lalu.

“Bukankah kau tidak suka mengungkit masa lalu Minho hyung??” aneh rasanya mendengar Taemin memanggilku hyung, aku sudah terbiasa diapanggil yeobo olehnya.

“Itu karena hatiku sakit sekali saat kau bersama Kibum..”

“Apa yang kau ketahui hyung?? Kau bahkan tidak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan..” Taemin memutar bola matanya dan melanjutkan langkahnya.

“Untuk apa kau menjelaskannya.. kau sudah bersama Kibum sekarang..semuanya sudah jelas bagiku..” dia menghentikan langkahnya lagi, dan berjalan mendekatiku. Matanya seperti ingin memakanku.

“Pergilah jauh-jauh! Dan jangan mengirimku ice cream lagi!” Taemin mendorong tubuhku dengan kedua tangannya, membuatku melangkah mundur. Dorongannya tidak cukup kuat untuk membuatku terjatuh.

Baiklah. Sekarang Taemin meninggalkanku. Jangan salahkan aku kalau ditengah jalan ada yang membully mu lagi Taemin! Namja pabo!

Ngomong-ngomong soal ice cream, aku penasaran siapa yang sudah mengirimnya. Bukankah toko ice creamnya ada disekitar sini? Mungkin aku akan coba menanyakannya pada penjaga toko.

//

Frizzy Ice Cream.. nama yang sama seperti yang terdapat dikemasan ice creamnya. Sepertinya aku pernah melihat toko ini sebelumnya. Aku masuk kedalam toko ice cream yang cukup ramai dikunjungi orang meskipun dimusim sedingin ini. Banyak anak SMA seusiaku yang membeli ice cream disini. Toko ini memang cukup popular dikalangan anak sekolah. Aku menghampiri counter penjaganya.

“Permisi..apakah toko ini melayani delivery order?” tanyaku. Kulihat papan namanya ‘Shindong’. Jadi nama namja ini Shindong.

“Ne..kau juga bisa mengirimnya untuk seseorang..” jawabnya, wajahnya ceria sekali.

“emmm..ada yang ingin kutanyakan sebenarnya..”

“emmm..tanyakan saja..” dia menirukan nada bicaraku. Pelayan yang menyenangkan.

“Apakah Choi Minho pernah memesan disini? Dia memesan vanilla ice cream..” aku mengetuk-ngetuk counter dengan jari-jariku. aku gugup. Apakah Shindong akan memberitahuku?

“Tunggu sebentar..” kujinjitkan kakiku, kulirik sedikit apa yang diketiknya dilayar. Mulutnya menyebut nama Choi Minho dan jarinya menelusuri nama Choi Minho. “AHA!..tidak ada Choi Minho didaftar pemesan kami..” jawabnya.

“Apa? Kau yakin?” sedikit kecewa, tapi dikartu itu tertulis namaku.

“Aku yakin.. tapi ada seorang yang bernama Jinki yang mengirimkan Vanilla ice cream kepada Lee Taemin atas nama Choi Minho..”

“Jinki??”

“Kibum juga pernah memesan ice cream yang sama dan atas anam Choi Minho..”

“Kibum??” tidak cukupkah Kibum sudah merebut taemin dariku?? Sekarang dia memperkeruh hubungan kami dengan mengirim ice cream atas anamaku?

“Apa kau Lee Taemin??” Tanya Shindong.

“Bukan..aku Choi Minho.. aku hanya mengecek.. Kamzahamnida..”

“Kau tidak akan memesan??” tawarnya.

“hhmmm..aku ingin vanilla ice cream saja..”

“Kau tidak usah memesan jika kau tidak mau..” Shindong tahu ku terpaksa memesan.

“Tidak apa-apa..aku..sekalian menunggu teman..” jawabku mengelas.

“Kau menunggu Kibum dan Jinki?? mereka sebentar lagi datang untuk memesan..seperti biasanya..” Apa? Benarkah? Senang akhirnya dapat memergoki mereka.

“Kamzahamnida..jika mereka sudah datang.. bisakah kau beritahu kalau aku menunggu mereka?” pintaku sambil mengambil ice cream pesananku. Sebenarnya ice cream yang terpaksa kupesan.

“Baiklah..” jawabnya. Aku membayar kemudian mencari tempat duduk yang kosong dan mudah terlihat dari counter.

//

Ice creamku sudah habis..aku belum melihat batang hidung Kibum. Aku memainkan sendokku, memutar-mutarkannya pada gelas ice cream yang sudah kosong. Aku tidak suka menunggu. Mungkin hari ini bukan hari keberuntunganku, mungkin besok aku bisa bertemu dengan si pembuat onar Kibum.

Aku berdiri beranjak dari kursiku. Seperti mandapatkan lotere, aku melihat Kibum dan Jinki hyung di counter, mereka sedang memesan. Kibum menggandeng tangan Jinki hyung mesra, ternyata dia berselingkuh dengan Jinki hyung? aku akan menghajarnya nanti kalau sampai dia menyakiti Taemin.

Kulihat Shindong menunjuk kearahku, kemudian Jinki hung dan Kibum terkejut melihatku menunggu disini. Mereka saling mendorong untuk menghampiriku. Kekanak-kanakan sekali.

“Minho..kau sudah lama menunggu?” Jinki hyung perlahan duduk didepanku.

“Kami bisa jelaskan..” Kibum langsung duduk disampingku dan memijit bahuku. Senyumnya seperti dipaksakan.

“Apa maksud kalian? Kalian berselingkuh dibelakang Taemin??” aku menapih tangan Kibum dari bahuku.

“Selingkuh??” Jinki hyung terlihat bingung. Apa Jinki hyung juga termasuk korban Kibum?

“Ya! Minho! Biarkan kami menjelaskannya padamu! Kau tidak pernah mau mendengarkan..aisshhh..” Kibum membentakku, seperti umma umma sajah.

“Kibum..kau takut aku memberitahu Jinki hyung kalau sebenarnya kau berpacaran dengan Taemin??”

“ahahahah..” Jinki hyung tertawa keras sekali. Kenapa? Dia senang menjadi yang kedua?

“Oke Minho! Diam dan dengarkan aku baik-baik..” Kibum menagkup wajahku dan mengarahkannya agar menatap mata Kibum. Aku segera menangkis tangannya dari wajahku.

“Kau tahu dari mana kalau taemin dan aku pacaran??” Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya dan memutar bola matanya.

“Dongwoon..” jawabku. Memang benar, Dongwoon bilang dia ditolak Kibum karena Kibum bilang kalau dia sudah berpacaran dengan Taemin.

“Sudah kuduga..dan kau lebih percaya Dongwoon daripada Taemin??” Kibum melipat kedua tangannya dan bersandar pada kursi.

“Well..Taemin tidak pernah menjelaskannya..”

“Kau tidak pernah memberikannya kesempatan untuk menjelaskannya..kau langsung memutuskan hubungan kalian..” Kibum berkata seolah-olah dia tahu segalanya.

“Lalu maksudmu Dongwoon bohong??”

“Tidak..dia benar..tapi..”

“Apa maksudnya ini?? kau berbelit-belit sekali..” aku memelototi Kibum.

“Dongwoon menembakku paksa.. aku bilang kalau aku sudah punya pacar, memang benar aku sudah berpacaran dengan Jinki saat itu.. dia memaksa untuk bertemu dengan pacarku..karena Jinki masih berada di luar kota, maka aku meminta Taemin untuk berpura-pura menjadi pacarku..”

“Apa??”

“Tadi pagi pun..sebenarnya aku berusaha mengusir yeoja-yeoja yang mendekati Taemin karena melihatmu dengan wajah kesal dibelakang Taemin..”

“Kenapa kau juga menjauhkan Taemin dariku??” Tadi pagi itu jelas sekali Kibum menarik Taemin menjauhiku.

“Taemin bilang akan memberimu pelajaran karena sudah mengikutinya..maka aku kupikir lebih baik aku menjauhkannya darimu..benarkan keputusanku?” Kibum memberikan tanda V padaku.

“Lalu ice cream ini??” aku menunjuk pada bucket vanilla ice cream dimejaku..lengkap dengan kartunya.

“Minho..kau lupa..aigoo..aku pikir rencana kami akan mengembalikan hubungan kalian..” Kibum menarik Bucket ice cream kearahku. “Sepertinya api cemburumu sudah menghanguskan memori kalian..”

“Apa yang kau maksud Kibum??”

“Hyung dan Kibum mengirim vanilla ice cream atas namamu agar Taemin luluh dan kembali padamu..kami merasa bersalah karena sudah membuat kalian putus..maka kami ingin menyatukan kalian kembali..tapi..tampaknya rencana kami sia-sia..” Jinki hyung menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum kearah Kibum.

“Kenapa ice cream ini bisa menyatukan aku dan Taemin??” Kibum memukul belakang kepalaku.

“Aucchhh!!ada apa denganmu Kibum!!” aku mengusap kepalaku yang sudak ternodai pukulan Kibum.

“Cobalah untuk ingat kembali..sekarang tugas mengirim ice cream ini aku serahkan padamu!!” Kibum beranjak dari tempat duduknya dan menarik Jinki hyung dari tempat duduknya.

“Aku pikir akan lebih efektif apabila kau yang langsung mengirimnya..” Kibum memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkanku dengan bucket ice cream vanilla ini.

Ice cream vanilla?? Kenapa aku harus mengirimnya ice cream vanilla?

Taemin POV

Ting~ Tong~

Itu pasti kiriman ice cream lagi! Aigoo Choi Minho!! Apa yang kau inginkan!!

Aku membukakan pintu, tadinya mau aku biarkan saja. Tapi rasanya tidak adil menghukum Wooyong hyung yang mengirim ice creamnya karena perbuatan Choi Minho.

“Ice cream..lagi!!” seru wooyong hyung. Aku menjadi dekat dengan Wooyong karena dia selalu mengirimku ice cream.

“Gomawo..Wooyong hyung..” aku menerima dengan terpaksa, bukan salah wooyong hyung..dia hanya menjalankan tugasnya.

“Selamat menikmati!!Taemin ah!!” Wooyong hyung melambaikan tangannya seraya meninggalkan pekarangan rumahku. Aku membalasnya dengan senyumanku.

Sekarang saatnya mengembalikan kembali ice cream ini kepada pemiliknya! Aku berjalan menuju rumah Choi Minho. Tidak ada mobil digarasi rumahnya, sepertinya orang tua Minho hyung belum pulang.

Aku menekan bel kekuat tenaga, berharap suara yang dikeluarkan lebih nyaring dan merusak gendang telinga Minho hyung.

Aku dengar seseorang berusaha membuka pintunya. Hanya dengan sekali bel? Tumben? Minho hyung yang membuka pintunya. Wajahnya tidak tampak kesal seperti biasanya, tapi itu tidak mengurangi rasa marahku hari ini.

“Ini milikmu??” aku menyodorkan bucket ice cream kedadanya.

“Kau tidak mau??” tanyanya. Kenapa dia melemah hari ini?

“Aku tidak mau memakan yang bukan milikku..” aku terus menyodorkan ice creamnya kepada Minho nyung, tapi dia tetap tidak mau menerimanya.

“Aku sengaja membelikannya untukmu..kau tidak suka?” apa dia salah minum obat? Dia mengakui kalau ini kirimannya? “Bukankah kau bilang ingin aku belikan satu bucket ice cream vanilla untukmu?? Aku sudah membelikannya untukmu sekarang..”

Dia ingat? Kenapa baru sekarang dia ingat permintaanku..pabo Choi Minho! Aku lihat kartu yang tergantung di bucket.. tulisannya berbeda dari hari-hari sebelumnya. Ini memang tulisan Minho hyung.. dan ada kata ‘Mianhe’ dibawahnya.

“Aku sudah tahu semuanya dari Kibum dan Jinki hyung..Mianhe Taemin..aku memang terlalu cemburu..” Minho hyung tersenyum padaku. Aku sangat merindukan senyumannya ini..

Langsung kupeluk tubuh Minho hyung. Aku bahagia sekali Minho hyung mau tersenyum lagi padaku.

“Kau mau menghabiskan ice creammu sendiri Taeminie??” Minho mengusap-usap kepalku.

“Kalau yeobo mau..bisa temani aku menghabiskannya??” Minho hyung mengambil bucket ice cream dari tanganku dan mempersilahkan aku masuk.

//

“Aigoo..aku kenyang sekali..” aku menepuk-nepuk perutku yang membesar karena ice cream.

“Jangan senang dulu Taemin..masih ada delapan bukcket lagi dikulkasku..” Minho mengangkatku dan mendorongku menuju dapur.

Minho hyung membukakan kulkasnya, dan kulihat bucket ice cream vanilla memenuhi kulkasnya.

“Yeobo, kau masih menyimpannya??” tanyaku.

“Entahlah..aku tidak pernah mau membuangnya..mungkin kita bisa mengundang Kibum dan Jinki hyung untuk menghabiskannya..”

“Ide yang bagus!”

“Ahahahahhahah”

~ THE END ~

cr : rie@SEI ( shawolandelfindo.wordpress.com)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: