Posted by: girls87 | February 18, 2011

FF/YAOI/DANGEROUS FRIENDSHIP/Eps 1

Author : Park Eun kyung@SEI’s group

Cast :
Sungmin
Kyuhyun
Ryeowook
Yesung
Shindong
Kibum
Song Hye Kyo
Genre: YAOI
Summary: Terinspirasi dengan drama buatan Sungmin kira-kira 2 tahun yang lalu di M-net Mini Drama, kompetensi buat drama sebagus-bagusnya antara team Sungmin dan team Eunhyuk. Happy Reading !!^^

PART 1

Lee Sungmin, kurasa Tuhan mengutus orang tuaku menamaiku demikian. Orang tuaku itu, aku meninggalkan mereka beberapa bulan yang lalu, mencoba untuk pergi ke Seoul, pusat dari negara ini, mencoba meraih apa yang ingin aku raih. Mengejar mimpi-mimpiku di suatu universitas ternama di kota ini. Berusaha mendapatkan beasiswa agar aku terus melanjutkan sekolahku. Berat, sungguh berat, kuakui itu. Orang-orang disini, sungguh diluar dugaanku. Biasanya aku hanya mengunakan seperempat atau bahkan kurang dari itu untuk mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah ternama di Incheon. namun sebaliknya, kau pasti tahu, aku harus menggunakan seluruh atau bahkan lebih kemampuan otakku untuk mendapatkan beasiswa disini, orang-orang disini sungguh jenius, aku harus mengakui itu karena fakta itu benar. Orang-orang Seoul mungkin IQ mereka hampir sepadan dengan Albert Einstein. Kurasa aku terlalu berlebih-lebihan mengambarkan IQ orang-orang Seoul. Setidaknya mereka, orang-orang Seoul, aku perlu tenaga lebih untuk mengalahkan mereka dalam segala bidang. Entah bagaimana aku tanpa beasiswa itu. Mungkin saja aku bisa menjadi gelandangan di Seoul, berjalan-jalan tak tentu arah, memasang raut muka sedemikian rupa agar orang-orang memerhatikanmu dan memberimu sedikit uang untuk sekali makan, itu adalah keberuntungan. jika tidak mungkin aku akan berpikir untuk mengorak-arik tong sampah mencoba mencari makanan yang aku rasa layak untuk ku makan. setidaknya untuk membuat aku terus hidup. Tapi hal itu ku tegaskan tak kan mungkin terjadi, karena aku memiliki seorang yang selalu membuatku tegar, semangat untuk terus mendapatkan berbagai beasiswa di universitas ini, setia mendampingiku hingga sampai saat ini setelah aku lulus dari perguruan tinggiku dengan nilai tertinggi kedua disana, dan aku betul-betul menyanyanginya. Seorang perempuan tentu. Sangat sulit didapatkan, kurasa. aku mendapatkannya karena keberuntunan saja. Hye Kyo, My Angel.
Hari ini, kuputuskan untuk menghabiskan waktu dengannya. Hanya aku dan dia, berjalan-jalan mungkin, atau membicarakan beberapa lelucon yang telah ku buat semalam. Harus ku akui aku pintar dalam logika, tapi aku payah dalam lelucon. Lucu, sangat lucu. Aku terkikik geli ketika ku ingat semalaman untuk membuat sebuah lelucon, otakku betul-betul sangat ku paksa untuk bekerja, aku meminta tolong pada Shindong. Dia sangat hebat dalam hal ini kurasa. Shindong selalu membuat para penghuni asrama lain tertawa hingga menangis, termasuk salah satunya aku. pernah saat itu saking lucunya Yesung mengompol, dan akhirnya Ryeowook mengantarnya ke kamar mandi untuk berganti celana. Ryeowook dan Yesung, mereka sungguh sangat akrab, atau bisa dibilang sangat mesra. Aku kadang merasa aneh dengan keakraban mereka. Sudahlah, tak perlu aku membahas kedua orang itu. Kau akan melihatnya setelah aku kembali ke asrama beberapa jam lagi. Aku berlari secepat yang aku bisa, menuju halte bus yang telah aku janjikan menjadi tempat pertemuan aku dan Hye Kyo. Aku telah memakai pakaian terbaikku, aku rasa warna merah muda cocok untukku. Dan tentu aku masih dengan potongan rambut panjangku, seperti kau tahu potongan salah satu member Super Junior yang namanya persis denganku, Sungmin Super Junior saat di music video mereka, U. dan dengan anting-anting keberuntunganku yang berbentuk salib pemberian kedua orang tuaku sebelum aku benar-benar meninggalkan mereka untuk menimba ilmuku di Seoul. Sepertinya aku sudah sampai, tepat di sebrang sebuah halte dekat lampu lalu lintas. Aku menghentikan laju kakiku. Melihat ke sekeliling, mencoba menemukan sosok perempuan yang aku cari. Dan disana lah ia, sedang duduk tertunduk sendiri. Aku tersenyum sumringah. Hanya ada keanehan di wajahnya, tak biasanya dia sedikit murung. Aku rasa dia terlalu lelah karena tugas-tugas kuliahnya. Dia lebih muda setahun daripadaku. Dan semalam dia mengeluh padaku karena terlalu lelah mengerjakan skripsinya. Aku hanya terkekeh menanggapinya. Aku melambaikan tangan kepadanya saat ia benar-benar melihatku. Dia hanya tersenyum samar.
“Cepatlah kemari!” seruku sambil terus tak henti-hentinya melabaikan tanganku dan tersenyum.
Dia hanya membalas dengan senyuman khasnya. Berdiri, dan melangkahkan kaki-kakinya meninggalkan halte itu, menuju ke tempat dimana tubuhku berada, di seberang halte bus berada. Ku arahkan kedua mataku pada sebuah benda yang mengatur jalanan layaknya polisi. Terpampang jelas disana rambu-rambu lalu lintas sudah berpindah warna, merah. Dan itu berarti seluruh kendaraan berhenti mempersilahkan orang-orang yang ingin menyebrang untuk berjalan menyebrang dari satu sisi ke sisi lain, begitulah hukum lalu lintas di seluruh negara, bukankah begitu? Dan ku lihat ke sisi lain, Hye Kyo telah melangkahkan kakinya, perlahan berjalan ke arahku, sambil terus tersenyum melihatku. Aku membalasnya dengan senyuman terbaikku. Dan lalu, entah, kejadiannya terlalu cepat. aku benar-benar tidak memperhatikan secara detail. Sebuah mobil seperti BMW warna silver mengkilat melaju cepat, entah sengaja atau tidak sengaja, mobil itu menabrak sosok tubuh perempuan yang tengah berjalan tersenyum padaku. Membuat tubuh itu terpental sekitar 2 meter dari tempatnya berdiri. Terhempas keras ke jalanan, sangat keras. Hingga sebuah cairan merah kental keluar deras dari kepala dan hidungnya, bisa ku lihat itu dari tempatku berdiri. Membuat sosok tubuh itu seketika berhenti membuat sebuah gerakan kecil. Tubuhku bergetar, sebuah hawa udara aneh mendesir di seluruh tubuhku, aliran darahku terhenti sesaat, detak jantungku berdebar-debar tak karuan, mataku terbelalak tak percaya. Ap…Apa yang sebenarnya terjadi? A…Aku… dan sontak aku berteriak dengan sangat keras ketika menyadari apa yang telah terjadi.
“ANDDDWAEEEEE !!!!”

PART 2

Dan kurasa tiga bulan telah berlalu sejak peristiwa itu, dan hidupku kini berantakan. Benar-benar berantakan. Aku mengalami depresi berat. Tak ada lagi semangat. Putus asa. Tiga bulan terakhir ini aku tidak melakukan hal yang berguna. Yang kulakukan hanya tidur, makan, minum dalam kutipan, dan termenung. Berdiam diri di kamar, menyendiri. Hidupku kurasa telah berakhir. Aku benar-benar kehilangan sebagian dari diriku. Shindong, Yesung, dan Ryeowook, mereka berusaha keras untuk mengembalikan diriku yang dulu. Namun percuma kurasa. Aku hanya membutuhkan Hye Kyo, hanya Hye Kyo. Aku ingin dia kembali, menghiburku, dan membuatku bersemangat kembali. Bukan kah itu tidak sulit? Aku pernah mengatakan hal ini pada mereka, mereka hanya terdiam seribu bahasa. Tak ada kata-kata yang keluar. Mungkin hanya Shindong, dia selalu mengatakan itu tak mungkin, kau tahu Hye Kyo sudah mati, dan sebagainya, aku tidak benar-benar mencerna apa yang dia katakan. Dan itu membuatku sangat marah, benar-benar marah. Dan mungkin aku mengusir mereka atau melempari mereka dengan segalanya yang ada di dekatku. Kemudian aku menangis sejadi-jadinya dan mungkin aku keluar membeli minuman berkadar alkohol tinggi, aku tidak pernah benar-benar meminumnya jika keadaanku tidak seburuk ini, setelah itu aku mabuk, mengigau-igau, meronta-ronta dan menangis di jalanan. Pernah saat itu aku tertidur di jalan karena saking mabuknya, dan untungnya Shindong mencariku dan membopongku sampai ke rumah. Parahnya aku memutahinya tepat di kaos yang baru ia beli seminggu yang lalu. Atau pada Senin malam kurasa, aku berniat membeli minuman lagi di tempat yang sama. Ku putuskan untuk menghabiskan minumanku di halte bus tempat dimana Hye Kyo terakhir kali berada. Kemudian aku merasa benar-benar lelah, aku ingin pulang dan tidur. Dan aku menyebrangi jalanan ini. Aku berhenti di tengah-tengah jalanan ini, menoleh 45 derajat ke arah kiri. Sebuah sinar yang menyilaukan datang mendekat, semakin dekat. Aku hanya menutupi mataku dengan tangan kiriku, mencoba melihat cahaya apa itu. Dan yang aku rasakan aku terhempas keras ke aspal. Sekejap ku kira aku akan mati disini. Tapi tidak, lagi-lagi Shindong menyelamatkanku. Aku bisa melihat tubunya yang super besar mendekatiku.
“Kau gila? Kau ingin mati?” dan aku mendorong tubuhnya, berusaha menjauhkannya dari tubuhku, dan aku berkata tidak sopan terhadapnya. Hingga akhirnya aku berjalan sempoyongan menuju rumah, meninggalkan Shindong di jalanan itu.
TING TONG !
Pagi ini aku benar-benar malas sama seperti biasanya. Ku dengar bel asrama berbunyi, dan aku mengabaikannya. Kini aku tengah berbaring di bawah sofa hanya beralaskan dengan bantal yang ku ambil dari kamarku, memandangi botol-botol minuman kosong yang berserakan di lantai, sekitar terdapat 3 botol, dan salah satunya berada di tanganku. Ku dengar pasangan itu, kau pasti tahu, Ryeowook dan Yesung berlarian bersama mencoba permainan Siapa-Cepat-Dia-Menang, barang siapa yang menyambut tamu paling dulu dia menang, begitu peraturan utamanya, terkekeh geli, dan akhirnya pemenang itu dimenangkan oleh keduanya.
“Nugu seyo?” ku dengar mereka berbarengan mengucapkan demikian. Betul-betul pasangan yang cocok, jika kalau salah satunya adalah seorang perempuan, dan kurasa di lah Ryeowook.
KLEK!
Engsel pintu terbuka dan sebuah suara ku dengar jelas dari tempatku berada.
“Wuoooaaahhh!!” Suara pasangan itu terkejut karena sesuatu, aku tahu itu.
“Aku orang yang akan tinggal bersama kalian mulai saat ini” dan aku rasa setelah dia mengucapkan itu dia menunduk 45 derajat pada pasangan itu.
“Oh, arraseo! Silahkan masuk!” Yseung mempersilahkannya masuk ke asrama ini, bukan kah demikian?
BROK! Suara pintu tertutup.
“Annyeong! Kyuhyun imnida” Ku dengar begitu. Kyuhyun, inisial yang sama dengan Hye Kyo. Hanya saja terbailk KH dan HK.
“Yesung imnida”
“Ryeowook imnida. Kau begitu tampan, Kyuhyun-ah!” dan jitakan Yesung meluncur ke kepala Ryeowook, aku rasa dia cemburu.
“Ah, gomawo. Senang bertemu dengan kalian”
“Kami juga!” serentak mereka, nampaknya sangat bersemangat.
Dan ku dengar langkah mereka mulai semakin mendekat ke arahku. Sepertinya akan duduk di sofa ini, pikirku.
“Silahkan duduk!” Yesung lagi-lagi, dia seperti pramuwisma saja. Dan ku lihat Yesung sudah duduk di atasku, dengan kaki ditekuk hingga seluruhnya benar-benar berada di atas sofa, seperti L tokoh dalam salah satu komik kesukaanku, Death Note, kurasa dia mencoba untuk cool sepertinya. Ryeowook memilih untuk tidak duduk, berdiri disampingku, sekilas menatapku dengan sendu. Dan orang asing ini, duduk tidak jauh dari Yesung, duduk seperti layaknya orang duduk, sangat sopan.
“Sungmin-ah seharusnya kau menyapanya” Ryeowook menatapku. Aku membalasnya dengan erangan, benar-benar malas dengan segalanya. Ku putuskan untuk menyembunyikan wajahku di bantal ini.
“Oh, maafkanlah dia. Dia baru saja kehilangan perempuan yang di sayanginya tiga bulan yang lalu. Ku harap kau mengerti” Yesung menambahkan. Ah, dia benar-benar terlalu bijak.
“Oh… baiklah. Tidak apa-apa. Aku sangat mengerti” Kyuhyun, aku rasa dia sedang menatapku sendu. Sama seperti yang lain. Benar-benar menyebalkan.
Esok paginya dengan penghuni baru di asrama ini, aku, Kyuhyun, dan pasangan itu sedang menatap sebuah tontonan yang aku rasa sangat membosankan. Mungkin hanya Kyuhyun yang menikmati acara itu. Ku lihat pasangan itu, sedang bermesra-mesraan di atas sofa. Aku memlilih duduk di lantai saat ini. Mungkin mereka sedang mencoba membuat salah satunya mati dengan sebuah gelitikan yang mereka buat. Terkekeh-kekeh geli, terutama Ryeowook, dia tidak tahan terhadap sentuhan maksudku gelitikan yang dibuat Yesung, dia ahli mengelitik, aku pernah dibaut mati karena gelitikannya. Dan sebuah getaran besar membuat kami terkejut.

PART 3

“Hei! Shindong disini membawa ramen! Siapa yang ingin memasaknya?” Shindong, pantas asrama ini bergetar hebat, hampir saja aku berniat untuk mengerakkan kakiku menyelamatkan nyawaku kalau-kalau itu adalah getaran karena sebuah gempa.
“Biar aku saja!” Aku menoleh, Kyuhyun mengambil tas isi ramen itu dari tangan Shindong. Wajahnya datar, tak ada ekspresi. Tunggu, apa bocah itu kemarin juga menatapku demikian? Jika benar, firasatku salah. Dia, Kyuhyun benar-benar berbeda. Hei, apa yang aku pikirkan? Aku menyukainya? Yang benar saja?
“Mwo? Siapa orang sih orang itu?” Shindong, aku rasa dari nada bicaranya dia tidak munyukai Kyuhyun.
“Dia Kyuhyun, orang baru di asrama kita” Aku angkat bicara, seperti ada sebuah dorongan untuk membela Kyuhyun, entah kenapa?
“Dia aneh. Kau merasa tidak?”
“Aku rasa dia baik” Dan aku melanjutkan pekerjaanku, menonton acara televisi yang sungguh membosankan. Sebal sekali rasanya, Shindong mengatakan Kyuhyun seorang yang aneh.
“Ramennya siap!” Ku dengar Yesung berteriak, Yesung mungkin hanya membantu mencicipi masakan Kyuhyun, Yesung payah dalam hal masak-memasak. Ryeowook begitu bersemangat, bangkit dari duduknya, dan berlari kecil ke ruang makan.
“Akhirnya! Ayo makan.” Shindong mencoba bangkit, aku rasa butuh tenaga dia melakukannya. Bobotnya sekitar 0,1 ton. Mungkin?
“Tidak. Sepertinya aku tidak lapar”
“Ah, kau selalu seperti ini. Ayolah!” dan aku tidak bisa lagi menolaknya, tanganku diseret olehnya hingga aku benar-benar berdiri seutuhnya dengan kedua kakiku. Shindong awalnya meninggalkanku, membiarkanku berjalan sendiri dengan kedua kakiku. Namun, aku malas sekali menjalankan kakiku menuju ruang makan, sangat berat rasanya. Shindong yang mengetahui hal ini langsung saja mendorong tubuhku hingga aku benar-benar berjalan menuju ke ruang dapur. Selalu seperti ini, jika aku malas untuk mengisi perutku, Shindong lah yang selalu beraksi.
Dan kini aku disini, terduduk di sebuah bangku yang menurutku nyaman, sigasana favoritku, ruangan yang berukuran sedang, dimana aku dan yang lainnya selalu mengisi perut kami di ruangan ini. Sebuah ruangan dengan sebuah meja dan 4 kursi biasanya, dan kami menambahkan menjadi 5 kursi sejak hadirnya Kyuhyun disini. Aku hanya terdiam, menunggu Kyuhyun menghadirkan ramen buatanya di meja ini, sedangkan jari-jariku sibuk memainkan sumpit-sumpit ini. Bibirku terkantum rapat, namun bola mataku tak henti-hentinya berputar, mengawasi gerak-gerik pasangan itu. Yesung dan Ryeowook, sudah tradisi, mereka selalu bermesraan, entah dimana mereka berada, sekalipun di meja makan ini, aku tidak percaya ini. Benarkah mereka? Tidak, bukan, tidak mungkin. Yesung, dia sibuk memasangkan sebuah tisu di dada Ryeowook, menyelipkan salah satu ujung tisu tersebut ke dalam kerah baju pasangannya. Seperti layaknya anak kecil yang memakai celemek bayinya, takut ibunya jika makanan yang akan ia suapi mengotori bajunya. Persis yang kini terjadi antara Yesung dan ryeowook. Ryeowook membalasnya dengan senyuman, kemudian melakukan hal yang sama pada Yesung, suaminya, menurutku begitu. Aku benar-benar tidak mengerti, dengan tujuan apa yang mereka lakukan hal bodoh itu?
“Ramen siappp!!” Kyuhyun meletakkan panci berisi ramen matang ini dengan hati-hati, yang harus ku akui, bau ramen ini benar-benar tidak asing dan membuat lambung di perutku meronta-ronta. Sungguh, biasanya jika Shindong membuatnya, atau Ryeowook, aku merasa ogah-ogahan memakannya. Kau tahu mengapa aku tidak menyebut nama Yesung di dalamnya? Karena dia sangat payah dalam hal masak-memasak.
“Kyuhyun-ah… Kau lupa memasukan bawang goreng ke dalamnya?” suara Yesung, dia tidak mau memakan tanpa bawang goreng.
“Oh…Mian! Aku lupa”
“Cepat ambil!” Ryeowook dan Yesung, suara mereka sangat serempak. Tunggu, bawang goreng? Dia lupa menambahkanya? Dia, dia benar-benar seperti Hye Kyo. Hye Kyo sering sekali melupakan tentang bawang goreng. Lupa menaburkannya ke dalam ramen. Hye Kyo? Kyuhyun? Apa yang terjadi? Banyak sekali kemiripan? Aku, aku…sungguh tidak mengerti.
Dan acara makan malam dengan ramen itu telah selesai beberapa jam yang lalu. Begitu cepat, dan membuat pikiranku dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Tentang bawang goreng itu, dan sendok. Hye Kyo tidak ahli memakai sumpit, begitu pula Kyuhyun. Shindong mengolok-oloknya, mengejeknya bahwa Kyuhyun bukanlah orang yang benar-benar berdarah Korea, membuat suasana ruangan makan ini sedikit tegang. Kyuhyun hanya diam menaggapinya, dan entah, lagi-lagi aku membelanya. Saat itu pun, sorot mata Kyuhyun dan aku bertemu. Sorot mata yang benar-benar membuat jantungku terhenti beberapa detik. Ada apa denganku? Aku … Sudahlah, mungkin aku terlalu melebih-lebihkannya. Terlalu menganggap semua hal tentang Kyuhyun adalah juga tentang Hye Kyo. Aku hanya belum benar-benar bisa melupakan perempuan itu. Perempuan yang benar-benar tega membuatku menjadi gila. Dan bodohnya aku, aku terlalu mencintai perempuan itu.
Ku lirik jam dinding bulat merah muda polos tanpa gambar, pukul 10 malam. Ku pikir sudah saatnya aku mengistirahatkan seluruh kinerja tubuhku. Benar-benar lelah dengan semua hal hari ini, terutama orang pindahan itu, Kyuhyun. Aku menghela nafas panjang, berusaha menenangkan diriku. Ku tatap seprai kasurku, sapphire blue warnanya, sepertinya aku harus mengantinya dengan yang baru. Rindu dengan seprai kasur merah mudaku. Dan akhirnya aku melipatnya, tidak, bukan melipat lebih tepatnya, hanya mengulung sembarang, benar-benar tidak teratur. Kedua tanganku pun memeluk gundukan seprai itu, mengangkatnya dan membawanya ke almari serba guna di ruang depan. Sungguh berat untuk pria sepertiku. Seprai ini menutupi wajahku, sehingga aku hanya mengira-ira dengan kaki-kakiku kemana aku harus pergi. Aku tidak bisa melihat, ini terlalu besar, dan membuat wajahku termakan oleh gundukan ini. Perlahan-lahan, tiga langkah lagi harus belok ke kanan, keluar dari kamarku. Kemudian berjalan kira-kira 7 sampai 8 langkah, dan aku akan sampai. Itu mudah, hanya perlu insting. Dan aku mulai melangkahkan kaki-kakiku. 1 2 dan 3, berhasil. Aku membelokan kaki kiriku ke arah kanan, 8 langkah lagi kurasa, aku menghitungnya tadi. 1 2 3 dan BROOOKKK !!! Sesuatu membuat tubuhku terhempas ke lantai keras, dan seprai ini terpelanting ke atas, entah jatuh dimana aku tidak memikirkannya. Sempat terbesit dipikirku, mungkin aku salah perhitungan, mungkin saja 3 langkah seharusnya aku sudah sampai. Tapi salah, ini karena sesuatu, dan sesuatu itu berada di atas tubuhku. Sesuatu yang membuat jantungku, kali ini benar-benar tidak karuan. Sesuatu itu menyentuh bibirku dengan cepat tapi sangat lembut. Aku dan sesuatu itu, wajahku dan wajahnya, hanya beberapa senti saja. Matanya tajam menatapku. Aku hanya menatap mata tajamnya, diam di bawah tubuhnya yang menimpaku, tidak berkutik, mencoba memahami apa yang terjadi. Sesuatu itu, Kyuhyun, beberapa detik yang lalu, dia mencium bibirku.

TO BE  CONTINUE


Responses

  1. Lanjutan dari FF DANGEROUS FRIENDS nya mana??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: